Juventus ” Zebra Keempat “

Saturday, July 23rd at 3:37 AM
marko juventus

Juventus datangkan  Pjaca

Sebelum beranjak ke Juventus, Marco Pjaca membalas budi dengan membawa Dinamo Zagreb ke putaran ketiga kualifikasi Liga Champions. Kamis (21/7), dia bisa tenang datang ke Turin untuk menjalani tes medis dan penandatanganan kontrak.

Pjaca adalah pembelian keempat Juve musim 2016/17. Setelah Dani Alves, Miralem Pjanic, dan Medhi Benatia, datang seorang penyerang untuk mengambil tempat yang ditinggalkan Alvaro Morata.

Kepastian tampil di Liga Champions menjadi alasan utama pemuda 21 tahun itu mau dipersunting Juve. Dia berani menolak tawaran CEO AC Milan Adriano Galliani yang mengejarnya hingga Kroasia.

“Saya menerima Juventus karena saya ingin menang banyak,” kata pemain Kroasia kedelapan dalam sejarah Juve itu kepada JTV. “Kami ingin scudetto dan Piala Italia, lalu maju sejauh mungkin di Liga Champions. Saya ingin berkostum nomor 20 karena itu nomor yang saya pakai di tim nasional Kroasia. Saya akan berusaha memanfaatkan kesempatan yang saya dapatkan dengan sebaik baiknya.”

Pjaca yang akan diperkenalkan secara resmi di Vinovo pada 28 Juli, dikontrak lima tahun dengan gaji 1,8 juta euro (sekitar 26 ,iliar) permusim. Nyonya tua membayar 23 juta euro kepada Dinamo. Pemain baru tersebut tidak ikut tur tim ke Australiadan meminta libur sepekan. Sebab sekembali dari Piala Eropa, dia langsung memperkuat Parvi di kualifikasi Liga Champions.

Tim Zebra pun memberikan lampu hijau kepada winger muda yang ambisius dan menjanjikan itu. Pjaca merupakan investasi penting untuk masa depan, sejalan dengan strategi Presiden Andrea Agnelli. Sulit membayangkan dia bisa merebut posisi Paulo Dybala, Mario Mandzukic, atau Gonzalo Higuain (jika datang), namun pemain tersebut masih berguna sebagai pelapis utama.

Pergantian pemain selalu menjadi senjata utama Massimiliano Allegri. Sebagai pemain sayap, Pjaca kurang cepat dibandingkan Juan Cuadrado, namun punya teknik yang sama dan tajam didepan gawang lawan (19 gol dalam dua musim terakhir). Dia pandai dalam drible, sulit merebut bola dari kakinya. Postur tubuh bagus (186cm), tipe pesepak bola modern yang menyatukan kecepatan, kekuatan, teknik, dan kegesitan dalam ruang sempit.

Allegri terbiasa melatih pesepakbola muda, menolong mereka berkembang dan menemukan solusi taktik baru. Pjaca seorang sayap ofensif, akan sulit baginya menemukan tempat dalam skema 3-5-2 yang sering dipakai musim lalu. Namun dia bisa berkontribusi dalam modul 4-3-3 yang mungkin digunakan ketika pertandingan sedang berjalan. Dia juga bisa bermain dalam formasi 4-2-3-1, di kiri atau kanan, atau sebagai salah satu trequartista. Tidak tertutup kemungkinan pelatih mencobanya sebagai penyerang kedua.

Pjaca datang dari keluarga pecinta olah raga. Ayahnya bekas pegulat dan pelatih tim nasional gulat, ibunya eks judoka. Sejak kecil penyerang yang musim lalu didekati FC Internazionale itu sudah terbiasa dengan budaya kerja keras dan pengorbanan untuk meraih hasil.