Leicester City, ” ICC Seperti Liga Champions “

Sunday, July 24th at 3:30 AM
leicester city -behind-scenes_3431711

Ranieri menilai menghadapi tim tim elite Eropa akan menjadi pengalaman baru untuk Leicester City.

Status sebagai juara Liga Premier 2015/16 membuat dunia Leicester City berubah 180 derajat. Kini banyak tawaran uji coba datang, termasuk berlaga di turnamen pramusim bergengsi Internasional Champions Cup (ICC). Wes Morgan dan kawan kawan akan berkesempatan menghadapi klub klub elite Eropa. Pelatih The Foxes Claudio Ranieri mengatakan atmosfer kompetisi pemanasan ini akan terasa seperti Liga Champions.

Leicester City akan menadai debut mereka di ICC dengan bertemu dengan juara Skotlandia, Celtic FC di Glasgow, Sabtu (23/7). Kemudian The Foxes akan terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi kampium Ligue1 Prancis Paris Saint German (PSG) di California, 31 juli nanti. Dilanjutkan pertandingan melawan raksasa Spanyol dan pengoleksi lima gelar Liga Champions, Barcelona di Stockholm, Swedia pada 3 Agustus.

 “Kami harus siap menghadapi tim tim besar dengan pemain pemain kelas dunia. Sangat penting bagi kami terbiasa dengan atmosfer di turnamen seperti ini,” ujar Ranieri. “Saya ingin melihat bagaimana respons para pemain bertemu klub klub terbaik di dunia sebelum Leicester  City tampil di Liga Champions 2016/17.”

Tentu tampil di ICC menjadi pengalaman baru baik bagi pemain maupun bagi fan Leicester City. Padahal satu tahun yang lalu The Foxes hanya menjalani uji coba pramusim melawan tim tim lokal Inggris. Bahkan dari lima laga yang dilakoni tak ada lawan yang berasal dari Liga Premier. Tim asuhan Ranieri hanya bertemu klub seperti Lincoln City, Mansfield Town, Burton Albion, Rotherham United, dan Birmingham City.

Tapi kini publik King Power akan berkesempatan melihat tim kesayangan mereka berjibaku melawan Lionel Messi dan kawan kawan. Momen tersebut mingkin bagaikan mimpi sama halnya ketika Leichester sukses meraih trofi Liga Premier, Mei lalu. Namun, seperti yang dikatakan Ranieri, pemain dan suporter harus terbiasa dengan atmosfer berlaga di level tertinggi mengingat mereka akan tampil di Liga Champions.

Kritik Cicinho

Ternyata tak semua pihak senang dengan kesuksesan yang diraih Ranieri bersama Leicester. Adalah Cicinho, mantan anak asuh sang pelatih di AS Roma melontarkan pernyataan mengejutkan. Bek asal Brasil itu menyebut Ranieri hanya beruntung mampu membawa The Foxes menjadi juara Liga Premier. Ia juga melabeli eks mentornya tersebut sebagai pelatih paling buruk di dunia.

 “Dia (Ranieri) tidak tahu cara melatih. Dia sosok yang menjengkelkan di Roma dan kurang suka dengan pemain asal Brasil,” ucap Cicinho. “Bersama Leicester dia murni beruntung. Jika melatih tim besar, dia tidak akan bisa sukses.”