Roberto Mancini – Inter Perang Dingin

Saturday, July 16th at 11:57 PM
066711300_1416203680-Roberto Mancini

Roberto Mancini kecewa akan kebijakan klub

Roberto Mancini punya cara sendiri untuk mengungkapkan ketidaksukaannya terhadapa managemen FC Internazionale. Dalam beberapa waktu terakhir, pelatih 51 tahun itu memberi tiga wawancara berbeda kepada media mengenai hasrat yang selama ini dipendamnya. Salah satunya, keinginan bereuni dengan Yaya Toure di Gueseppe Meazza.

Bukan rahasia bila  Roberto Mancini merupakan pengagum berat kemampuan Toure. Ketika bekerja sama di Manchester City, kedua sosok ini sukses merajai sepakbola  Inggris selama beberapa musim. Hal tersebutlah yang ingin diulang kembali oleh Mancini bersama Inter musim depan. Sayang, kemauannya itu tak didukung oleh petinggi klub dengan alasan Toure sudah terlalu tua. Kontan Mancini meradang.

“Siapapun yang menilai Yaya hanya dari kekalahannya di semifinal Liga Champion bersama City, berarti tak paham sepak bola,” ujar Mancini mengecam. “Yaya merupakan salah satu terbaik dunia. Saya tak pernah melihat pemain sekalibernya di kompetisi Italia. Namun, harapan saya untuk membawanya kesini tampaknya sudah sirna.”

Masalah Toure merupakan satu dari banyak kekecewaan Mancini terhadap manajemen Inter musim panas ini. Mantan bintang internasional Italia ini juga merasa gusar karena tak terlalu dilibatkan dalam penentuan target mercato. Kurang dari dua bulan kompetisi bakal bergulir, Mancini bahkan belum tahu pasti siapa prioritas Inter dalam bursa transfer.

Saat ini, I Nerazzurri tengah berupaya mendatangkan penyerang muda Brasil, Gabriel Jesus dari Palmeiras untuk mempertajam lini depan. Celakanya, proses pembelian itu diambil tanpa persetujuan Mancini lebih dulu. Padahal, alih alih membeli remaja 19 tahun asal Amerika Selatan, yang belum tentu mendapat izin kerja. Mancini lebih memilih menggaet Toure yang bisa mengisi satu kuota sebagai pemain Uni Eropa.

“Sejujurnya saya tak punya masalah dengan klub. Namun, setelah beberapa kali berdiskusi, kami tak pernah tentang mercato. Jadi saya tak begitu paham siapa yang diinginkan manajemen sebagai pemain baru,” kata Mancini dengan nada mengeluh.

Suasana hati Mancini bertambah buruk usai menyaksikan tim asuhannya kalah 1-2 dari CSKA Sofia dalam laga pemanasan di Bruneck, Kamis (14/7). “Saya selalu menginginkan para pemain untuk bersenang senang dalam kesempatan macam ini. Tapi yang saya lihat tadi adalah suguhan yang membosankan, tak ada yang antusiasme dan daya benci itu,” katanya.

Ancaman Mundur

Tak ada senyum sama sekali diwajah Mancini ketika dirinya meninggalkan kamp latihan Inter di Riscone menuju Milan, Jumat (15/7) pagi. Ia pergi untuk bertemu direktur klub Michael Bolingbroke, sebelum mempersiapkan segala sesuatu jelang turnamen persahabatan si Amerika Serikat. Namun yang mengecewakan, tetap saja tidak ada pembicaraan mengenai isu krusial seperti mercato.

Mancini kini hanya menunggu tindakan Suning Grup selaku pemilik baru Inter. Jika tak ada signal yang jelas dan memuaskan dari Nanjing, mantan pelatih Fiorentina dan Lazio ini siap membatalkan kontraknya di Giuseppe Meazza dan melepas jabatan. Konsekuensinya Inter akan kelabakan mencari pengganti dalam waktu sempit.

Jika sampai skenario terburuk itu terjadi, Inter harus bergerak cepat. Saat ini pelatih bagus yang tersedia dipasaran hanya ada dua yaitu Cesare Prandelli dan Leonardo.